Senin, 22 April 2013

Semenjak Kepergianmu

Tak ada lagi senyum terindah yang pernah kulihat. Tak ada lagi sapaan yang memberi semangat tuk awali hari. Tak ada lagi genggaman tanganmu yang menguatkanku. Tak ada lagi pelukanmu yang meredam segala kecemasan. Tak ada lagi dan tak ada lagi yang membuat hari-hari ku indah. Aku mulai membuka mata dan berharap hariku seperti biasa, walau tanpamu. Sering kali aku melirik-lirik layar handphone ku dan berharap itu pesan singkat darimu. Walau hanya sapaan yang dapat membuat hari ini indah. Aku menjalani hariku seperti biasa. Dengan rutinitas yang sangat membuatku jenuh tanpamu. Dulu, kamu mengerti segala rutinitas dan aktivitasku. Dan kau pun selalu memberikan sebuah semangat yang membuatku tegar. Namun, sekarang tak ada lagi kamu yang berperan aktif dalam siang dan malamku. Tak ada lagi pesan singkat yang mengingatkan ku untuk menjaga pola makan ataupun menjaga kesehatan. Memang bukan masalah besar, aku orang yang mandiri. Sudah tahu apa yang harus ku lakukan. Tapi ! Tak mudah mengikhlaskan sebuah perpisahan ! Kau membawa jiwaku pergi entah kemana. Dan tak dapat kutemukan itu seutuhnya. Aku bercermin untuk berusaha tau apa yang terjadi. Aku tak menemukan sosok yang dicermin itu. Tak ada aku dicermin yang kuperhatikan sejak tadi. Aku berbeda. Ya ! Setelah kepergianmu ! Ingin rasanya membanting cermin itu agar tak dapat lagi kulihat sosok yang bukan ku kenal itu. Agar aku tak menyadari perubahan yang begitu besar semenjak kepergianmu. Bagaimana mungkin aku bisa menemukan orang yang sempurna, jika aku pernah memiliki orang yang paling sempurna dihidupku ? Aku benci perpisahan. Entah bagaimana itu bisa terjadi. Kita seperti saling menyakiti tanpa tahu yang patut disakiti. Aku menangis sejadi-jadinya atas dasar cinta. Entah kenapa hal ini terjadi padaku. Tak banyak yang dapat kulakukan selain mengikhlaskan . Waktu berganti waktu. Tak ada hal yang mampu kuperjuangkan selain membiarkanmu pergi dengannya. Tak ada kata yang mampu kuucapkan selain ‘ Selamat Tinggal Terima Kasih Sudah Memberi Warna Di Hidup Ku ’

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More