Sabtu, 27 April 2013

Kembalikan Senyumku


Hari ini seperti hari biasa bagiku. Tanpamu ! Ya tanpamu adalah hari-hari yang biasa ku lalui dengan kesunyian. Entah mengapa senyumku pergi, pergi kau bawa ke tempat yang tak dapat ku temukan. Semuanya beda, semenjak kepergianmu senyum ku tak pernah lagi semanis dulu. Semanis saat hari-hari ku dipenuhi oleh canda tawamu.
Memang perpisahan tak ada yang tahu, aku pun mengerti itu. Tapi kenapa ?! Kenapa perpisahan itu justru datang disaat aku mulai mencintaimu begitu dalam. Mulai mengerti arti cinta sesungguhnya.
Bukalah kedua matamu, pandanglah ruang dihatiku. Aku tak ingin semua ini terjadi. Dengarlah kau dengar, aku masih ingin menjadi bagian darimu seutuhnya. Pandanglah ruang dihatiku. Tapi kenapa, kenapa kamu pergi. Pergi dengannya yang belum seutuhnya mengertimu. Belum seutuhnya mengerti akan cinta.
Terus bersamamu adalah impianku sejak mengenalmu. Ya mengenalmu ! Mengenalmu memberikan perubahan dihidupku. Memilikimu banyak warna disetiap waktuku. Tapi kenapa, kamu pergi dan pergi dengannya.
Tak ada yang dapat ku lakukan selain mendo’akanmu bahagia dengan pilihanmu itu. Tak ada yang dapat ku perjuangkan selain mengikhlaskan semua yang telah kau pilih. Satu hal yang ku pinta darimu. Kembalikan senyum ku ! 


Senin, 22 April 2013

Cinta Itu Indah Pada Waktunya

Cinta, mengapa sih semua orang menuntut cinta itu sempurna ? Sedangkan kesempurnaan cinta itu hanya dapat kita raih dengan rasa yang tulus dan ikhlas. Cinta selalu menuntut ini itu ini itu dan seluruh yang ia mau ! Tau kenapa ? Karena cinta itu dahsyat men, akan menjadi indah bila cinta itu disirami oleh berbagai rasa saling mengerti satu sama lain. Tapi tidak ! Buat cinta yang disirami oleh bumbu keegoisan dan tak pernah mau mengalah. Mungkin bagi kebanyakan orang cinta itu istimewa, dan bagi sebagian orang lainnya cinta itu basi. Entah bagaimana mereka bisa mengatakan seperti itu. Tapi bagi ku, cinta itu keindahan yang tak terkira. Aku ingat ketika cinta itu baru menyapa. Ya ketika aku baru mulai membuka buku tentang kisah indah yang akan ku rajut. Seorang wanita membuat aku terpana akan keindahan cinta yang selama ini belum ku rasakan. Mata indahnya membuat aku melihat keindahan yang nyata didepanku. Senyum manisnya membuat aku merasakan kenyamanan yang tak akan pernah terbeli oleh apapun. Mungkin pada saat itu aku merasa cinta tepat pada waktunya. Waktu pun tak terasa begitu cepat, aku sudah mengaguminya selama 2bulan belakangan ini. Namun, niatku untuk lebih dekat dengannya selalu gagal. Ya ! Karena memang orang seperti aku ini tak pantas mendapatkan wanita bak bidadari itu. Semakin lama semakin tak dapat kupendam rasa yang selama ini berkecamuk dilubuk hatiku. Aku harus bisa, harus bisa mengenalnya lebih dalam lagi ! Aini, nama yang pas buat dia yang begitu indah. Awalnya semua berjalan sederhana, perkenalan yang begitu berarti itu menjadi permulaan yang indah. Kita tertawa, kita bercanda dan kita membicarakan hal-hal manis. Walaupun itu hanya sebatas lewat pesan singkat. Perhatian yang mengalir dariku dan pembicaraan manis ku anggap sebagai suatu yang luar biasa. Hadirmu membawa perubahan yang sangat berarti. Hal yang beda kamu berikan padaku turut membuka mata dan hatiku begitu lebarnya. Aku tak sadar kamu memberi perasaan aneh. Serasa ada yang hilang jika sehari tanpa kamu menyapaku. Dan aku pun mengerti, rasa yang selama ini kurasa juga kau rasakan begitu dalam. Rasa yang semakin hari menjadi-jadi.

Semenjak Kepergianmu

Tak ada lagi senyum terindah yang pernah kulihat. Tak ada lagi sapaan yang memberi semangat tuk awali hari. Tak ada lagi genggaman tanganmu yang menguatkanku. Tak ada lagi pelukanmu yang meredam segala kecemasan. Tak ada lagi dan tak ada lagi yang membuat hari-hari ku indah. Aku mulai membuka mata dan berharap hariku seperti biasa, walau tanpamu. Sering kali aku melirik-lirik layar handphone ku dan berharap itu pesan singkat darimu. Walau hanya sapaan yang dapat membuat hari ini indah. Aku menjalani hariku seperti biasa. Dengan rutinitas yang sangat membuatku jenuh tanpamu. Dulu, kamu mengerti segala rutinitas dan aktivitasku. Dan kau pun selalu memberikan sebuah semangat yang membuatku tegar. Namun, sekarang tak ada lagi kamu yang berperan aktif dalam siang dan malamku. Tak ada lagi pesan singkat yang mengingatkan ku untuk menjaga pola makan ataupun menjaga kesehatan. Memang bukan masalah besar, aku orang yang mandiri. Sudah tahu apa yang harus ku lakukan. Tapi ! Tak mudah mengikhlaskan sebuah perpisahan ! Kau membawa jiwaku pergi entah kemana. Dan tak dapat kutemukan itu seutuhnya. Aku bercermin untuk berusaha tau apa yang terjadi. Aku tak menemukan sosok yang dicermin itu. Tak ada aku dicermin yang kuperhatikan sejak tadi. Aku berbeda. Ya ! Setelah kepergianmu ! Ingin rasanya membanting cermin itu agar tak dapat lagi kulihat sosok yang bukan ku kenal itu. Agar aku tak menyadari perubahan yang begitu besar semenjak kepergianmu. Bagaimana mungkin aku bisa menemukan orang yang sempurna, jika aku pernah memiliki orang yang paling sempurna dihidupku ? Aku benci perpisahan. Entah bagaimana itu bisa terjadi. Kita seperti saling menyakiti tanpa tahu yang patut disakiti. Aku menangis sejadi-jadinya atas dasar cinta. Entah kenapa hal ini terjadi padaku. Tak banyak yang dapat kulakukan selain mengikhlaskan . Waktu berganti waktu. Tak ada hal yang mampu kuperjuangkan selain membiarkanmu pergi dengannya. Tak ada kata yang mampu kuucapkan selain ‘ Selamat Tinggal Terima Kasih Sudah Memberi Warna Di Hidup Ku ’

Terlalu Baik, Itu Kesalahan Terindah

Kamu selalu dan selalu saja tak pernah mau mengerti apa yang ku rasa. Kau acuhkan diriku semaumu. Tapi tidak denganku, aku tak bisa melakukan semua itu. Kenapa ? Karena Ku Sayang Kamu begitu dalam ! Namun semua itu hanya kiasan bagimu. Kau anggap aku sebagai hiasan yang ku pakai ketika butuh. Aku ikhlas dengan perlakuanmu ke aku, aku hanya bisa diam dan merasakan. Semakin lama rasa ini semakin dalam. Dan begitu pun kamu, semakin lama semakin tidak pernah mengerti aku. Sebenarnya aku lelah, capek dengan semua drama yang kau tunjukkan. Sempat ku berfikir untuk pergi. Namun ! Lagi-lagi kau menghalangiku dengan tetesan air mata yang tak bisa ku tolak itu. Kenapa cinta ini membuat ku bertahan dalam kesengsaraannya. Aku tak pernah mengerti dengan jalan pikir ku dengannya. Mengapa selalu saja aku terluka tapi mudah untuk memaafkannya . Bahkan sahabatku sendiri bilang aku BODOH ! Ya BODOH ! Bodoh karena tak bisa kubenci dia, tak bisa ku marah sama dia. Apakah yang namanya Terlalu Baik Itu Kesalahan Terindah ?

Kabar Sahabat

Hari ini, Sabtu tanggal 14 bulan Agustus 2012 yang seharusnya menjadi hari spesial bagi sahabatku tapi berubah 360 derajat seketika. Siang hari yang sangat terik tak mampu mengusir rasa lemas dan gelisah tanpa daya mendengar keadaan sahabatku yang begitu memilukan tanpa ada seorang pun yang tahu keadaannya. Memang benar, hanya aku saja yang begitu tahu luar dalamnya sahabatku ini. Keadaannya yang semakin buruk tidak aku sadari ketika kita masih ngobrol via telepon. Dia selalu berusaha menutupi rasa sakit yang dideritanya dengan tawa lepas canda mencandaiku, sehingga aku kurang begitu memperhatikan keadaan dia secara peka. Sakit kepala yang semakin parah yang aku tau sudah seminggu ini berlangsung. Namun, dia tetap menutupi semuanya dengan tetap sekolah dan beraktifitas seperti biasa. Memang, dia seorang yang tidak suka membebankan segalanya kepada siapapun. Sakit yang dideritanya hanya mau dia tanggung sendiri. Namun, bahagia yang dia dapat mau dia bagikan kepada semua orang. Kehadiran seorang pacar yang belakangan ini mampu mengusir rasa sakit dan deritanya. Pacarnya memang sayang banget sama dia, namun mungkin karena sifat dia yang selalu menutupi segala sesuatu membuat pacarnya sendiri tidak faham betul tentang sikap dan keadaan yang selama ini dia hadapi. Singkat cerita siang itu menjadi hari yang buruk bagi dia. Sampai tiba-tiba ponselku berdering dikejutkan kabar yang tidak sedap dari dia sendiri. “Bro, sakitku tambah parah nih. Tolong dong anterin aku ke Rumah Sakit.” serunya. “Iyaa bro, aku akan jemput kamu.” balasku. Sesaat sampainya aku dirumahnya, lalu aku mengantar dia ke Rumah Sakit terdekat. Tak ku duga-duga ternyata dia divonis menderita tumor otak. Kaget bercampur sedih datang begitu aku mendengar semua itu. Tapi untunglah tumor ini masih stadium 2 dan bisa dioperasi. Aku sarankan dia untuk dioperasi agar semuanya tuntas. Dan dia pun menyanggupi saranku. Selama operasi itu berlangsung, aku mencoba untuk menghubungi keluarga dan pacarnya. “Nis datang ke Rumah Sakit Kasih Ibu, pacarmu lagi dalam keadaan kritis.” kataku. Nisa yang saat itu baru pulang dari lesnya langsung buru-buru pergi ke Rumah Sakit. Aku tak mengerti kenapa dia tidak pernah cerita dengan semua yang dia alami selama ini. Sebagai sahabat aku merasa sangat bersalah, membiarkan seorang teman terbujur kaku tanpa daya yang harus berusaha melawan penyakitnya itu. Waktu demi waktu berlalu, dia sedang melewati masa kritisnya utuk kembali tersenyum. Keadaan ini membuat Nisa semakin khawatir. Nisa dengan setianya menunggu masa-masa sulit yang akan dilewati oleh sahabatku ini. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Sahabatku pergi meninggalkan kami disini dengan penuh air mata kesedihan. Dia pergi meninggalkan sejuta kenangan yang tak akan pernah aku lupakan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More